Mengenai Saya

Kamis, 14 April 2011

KEBUTUHAN GIZI PENDAKI GUNUNG PADA ANGGOTA MAHASISWA PENCINTA ALAM MAHASISWA OLAHRAGA (PAMOR) FPOK-UPI



Zat gizi adalah komponen pembangun tubuh manusia yang dapat diperoleh  dari bahan makanan yang berasal dari tanaman dan hewan. Agar pembangunan  komponen tubuh ini berjalan dengan baik, pola makan dan kecukupan
Zat-zat gizi harus dipenuhi (Tranggono, 1990). Pengaturan zat gizi untuk  tiap-tiap orang pada dasarnya sama, yang harus diperhatikan adalah  keseimbangan antara kebutuhan energi dan pemenuhannya. Tetapi yang  sering terjadi kita tidak mengetahui berapa kebutuhan dan asupan energi  yang seharusnya dikonsumsi. Hal ini juga yang dihadapi oleh hampir semua  penggiat olahraga petualangan khususnya Mahasiswa Pencinta Alam  (MAPALA). Pengetahuan mereka tentang pemilihan makanan dan minuman yang  dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi sangat minim.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola makan dan nilai  gizi makanan pada saat mendaki gunung, pengaruh dari aktivitas atau  kegiatan mendaki gunung terhadap status gizi anggota PAMOR serta status  gizi dari anggota PAMOR itu sendiri, karena diduga status gizi sebagian  anggota PAMOR selama melakukan kegiatan mendaki gunung belum ideal.

Kamis, 07 April 2011

PAMOR HIMALAYAN EXPEDITION



  Pendakain gunung merupakan salah satu olahraga petualangan yang banyak diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Prestasi olahraga mendaki gunung saat ini dapat disejajarkan dengan prestasi olahraga lain yang dapat mengharumkan serta menganggkat harkat dan martabat suatu bangsa. Sehingga saat ini banyak Negara di dunia berlomba-lomba menempatkan warganya di puncak-puncak tertinggi, sehingga prestasi-prestasi mengesankan telah dicapai, kita bisa mengenal dengan yang namanya Seven Summit yaitu tujuh puncak tertinggi disetiap benua, ada juga yang lebih penomenal yaitu 14 gunung tertinggi di dunia atau 8000 meter Peaks and World’s Highest Mountains
Hal tersebut memberi inspirasi bagi kami untuk selalu mengadakan kegiatan pendakian gunung yang berbentuk Ekspedisi. Setelah dua kali berturut-turut melakukan pendakian marathon 14 puncak gunung 3000an di bumi pertiwi kita maka langkah selanjutnya ialah dengan mendaki 14 gunung di Himalaya, pada pendakian ini kita akan melakukan secara marathon, karena sistem itu sudah menjadi ciri khas PAMOR dalam melakukan sebuah pendakian gunung, Apalagi sampai saat ini belum ada satu orangpun atau organisasi manapun yang ada di Indonesia yang melakukan pendakian secara marathon di jajaran pegunungan Himalaya.

Sejarah juga mencatat bangsa yang unggul adalah bangsa yang memiliki keberanian untuk melakukan penjelajahan dan petualangan. Tradisi ini pernah marak di Inggris, misalnya, Royal Geographical Society yang bekerjasama dengan The Institute of British Geographer. Organisasi ini memiliki Pusat Penasehat Ekspedisi atau Expedition Advisory Centre. Ada juga organisassi non-pemerintah, seperti The Scientific Exploration Society, The Explorers Club (Inggris dan Amerika Serikat). Juga pernah ada program Operation Raleigh dan Operation Drake, suatu proyek yang dibiayai sponsor dan Negara, yang melepas para remaja untuk mengembara ke bagian dunia asing. Ada National Geographic Society dan Institute of Underwater Archaelogy di Amerika Serikat. Dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu PAMOR ( Pencinta Alam Mahasiswa Olahraga) merupakan salah satu wadah kegiatan ekstrakulikuler yang ada di FPOK UPI. Organisasi ini, dari namanya sebagai “Pencinta Alam” yang berada ditengah-tengah mahasiswa olahraga, diharapkan mencerminkan pola fikir dan pola tindak masyarakat ilmiah. Dengan demikian organisasi ini merupakan wadah belajar untuk mengembangkan tanggap pribadi, tanggap kelompok, bahkan tanggap masyarakat dan lingkungan yang lebih luas.
Sebagai organisasi pecinta alam sudah selayaknya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam, termasuk olahraga mendaki gunung. Karena mendaki gunung merupakan salah satu olahraga petualangan yang banyak diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Prestasi olahraga mendaki gunung saat ini dapat disejajarkan dengan prestasi olahraga lain yang dapat mengharumkan serta menganggkat harkat dan martabat suatu bangsa. Sehingga saat ini banyak Negara di dunia berlomba-lomba menempatkan warganya di puncak-puncak tertinggi, sehingga prestasi-prestasi mengesankan telah dicapai.
Hal-hal tersebut memberi inspirasi bagi kami untuk mengadakan kegiatan “PAMOR EXPEDITION HIMALAYA”. Ekspedisi ini adalah salah satu tindak lanjut dari ekspedisi-ekspedisi yang telah dilakukan PAMOR sebelumnya dengan ciri khas pendakian secara marathon yang salah satunya adalah ekspedisi 14 puncak gunung. Pendakian gunung dengan sistem maraton merupakan sebuah hal yang menantang dalam kegiatan pendakian gunung dan sistem pendakian tersebut sudah menjadi ciri khas PAMOR.
Ekspedisi ini merupakan pendakian 14 puncak gunung yang berada di jajaran pegunungan himalaya yang akan dilakukan oleh PAMOR. Ke-14 puncak gunung tersebut diantaranya Gunung Everest (8.850 mdpl), Gunung karakoram (8.611 mdpl), Gunung kanchenjunga (8545 mdpl), Gunung Lhotshe ( 8.545 mdpl), Gunung Makalu ( 8.462 mdpl), Gunung Cho Oyu (8.201 mdpl), Gunung Dhaulagiri (8.167 mdpl), Gunung Manaslu (8.163 mdpl), Gunung Nagaparbat (8.8.126 mdpl), Gunung Annapurna (8.091 mdpl), Gunung Gasher Brum (8.068 mdpl), Gunung Board (8.047), Gunung Gasherbrum II (8.035 mdpl), dan Gunung shisha Pangma (8.027 mdpl). Alasan Annapurna menjadi tujuan perjalanan kali ini karena keberadaan Annapurna (8.091 mdpl) merupakan gunung yang memiliki grade yang sedang untuk didaki sebagai mengawali untuk pendakian 14 puncak pegunungan himalaya. Sehingga tak heran banyak pendaki tingkat dunia yang mendaki gunung Annapurna tersebut.

Minggu, 06 Februari 2011

Kondisi Fisik Bagi Penggiat Alam Terbuka

KONDISI FISIK BAGI PENGGIAT ALAM TERBUKA
(Pecinta Alam Mahasiswa Olahraga)

Dewasa ini kegiatan yang memanfaatkan alam sebagai medianya sudah semakin banyak. Kegiatan yang diadakan tersebut masing-masing mempunyai tujuan dan bentuk yang berbeda-beda, baik itu untuk sekedar hobi, pendidikan, petualangan, rekreasi maupun untuk dijadikan sebagai media dalam pembentukan sikap yang bersifat mental emosional supaya menjadi lebih baik..
Para penggiat alam terbuka sangat beragam, mulai dari tingkatan ekonomi, pendidikan, maupun profesinya, dengan demikian akan menyebabkan perbedaan tingkat pengetahuan dan kemampuannya (skill), sehingga akan mempengaruhi kualitas (hasil) yang dicapai dan kendala atau bahaya yang harus di lampauinya selama beraktifitas.
Dorongan untuk melakukan suatu kegiatan di alam terbuka menyebabkan para pelakunya (kita) melakukan berbagai kegiatan perjalanan, mulai dari perjalan kecil untuk mendaki gunung, pengarungan sungai berarus deras, penyusuran pantai dan goa, serta pendakian tebing yang terjal, sampai perjalanan besar yang disebut dengan ekspedisi. Dan perjalanan tersebut dilakukan dengan berbagai tujuan seperti yang disebutkan di atas
Aktivitas di alam terbuka adalah suatu olahraga yang keras. Olahraga yang penuh petualangan, serta kegiatan ini membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kondisi fisik prima dan daya juang yang tinggi serta bahaya yang kapanpun siap menghadang kita . Bahaya dan tantangan seakan hendak mengungguli tetapi semuanya merupakan daya tarik dari kegiatan itu dan akan menyebabkan adrenalin kita meningkat. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut merupakan suatu ujian dari kemampuan diri, dengan bisanya kita untuk mengatasi itu semua menyebabkan kita bisa bersatu dengan alam. Keberhasilan suatu petualangan yang sukar berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenagan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.
Mengingat kegiatan di alam terbuka ini penuh dengan resiko, yang menghadapkan kita pada berbagai situasi dan kondisi alam yang apabila tidak kita ketahui dengan baik dan tanpa persiapan yang matang akan menghadapkan kita pada keadaan yang dapat membahayakan jiwa kita, dan sebalikanya bila kita pahami akan memberikan kenikmatan berpetualang yang mengasikkan.
Collin Mortlock, seorang pakar pendidikan alam terbuka mengkategorikan kemampuan yang diperlukan dan harus dilatih oleh para penggiat alam terbuka guna meminimalisir bahaya dari kegiatan tersebut yaitu :
1. Kemampuan teknis, yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi pengguanaan perlengkapan.
2. Kemampuan kebugaran, mencakup kebugaan spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuhnya terhadap tekanan lingkungan alam.
3. Kemampuan kemanusiawian, yaitu pengembangan sikap positif kesegala asfek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi, analisa diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin
4. Kemampuan pemahaman lingkungan, yaitu pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan yang spesifik.
Dari ke empat aspek tersebut di atas, salah satunya yaitu kondisi fisik. Jadi jelaslah bahwa kondisi fisik adalah salah satu aspek yang harus pula dilatih dan dipersiapkan guna untuk mendukung keberhasilan suatu petualangan.
Banyak kejadian kecelakaan dalam kegiatan alam terbuka yang disebabkan oleh kurangnya persiapan latihan kondisi fisik pelakunya, biasanya mereka yang awam atau masih amatir berkegiatan di alam terbuka jarang memasukan latihan kondisi fisik di dalam jadwal kegiatannya.
Latihan kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam aktifitas alam terbuka guna pencapaian tujuan yang telah di tetapkan bersama. Progam latihan kondisi fisik tersebut haruslah disusun secara teliti serta dilaksanakan secara cermat dan dengan penuh disiplin. Harsono seorang pakar dan dosen mata kuliah kondisi fisik mengatakan bahwa kalau kondisi fisik baik maka akan ada:
1. Peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung.
2. Peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan.
3. Ekonomi gerak yang lebih baik pada waktu latihan.
4. Pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan
5. Respon yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu respon demikian diperlukan.
Dengan adanya persiapan latihan kondisi fisik yang tersusun secara sistematis, berencana dan progresif akan mengurangi resiko yang disebabkan oleh lemahnya kondisi fisik seseorang, karena dengan persiapan yang matang fisik seseorang akan terbiasa menerima beban yang berat. Dan dengan memiliki kondisi fisik yang prima seseorang akan cepat pulih normal kembali kekeadaan semula setelah bekerja berat dan tubuh kita akan cepat siap kembali untuk menerima tugas berikutnya tanpa mengalami kelelahan yang bearti dan hal ini sangat diperlukan oleh para penggiat aktivitas alam terbuka, baik pendaki gunung, pemanjat tebing, pengarung jeram, penyusur goa ataupun kegiatan alam terbuka lainnya.
Sebelum berlatih fisik kita harus menentukan program latihannya, namun sebelum menentukan program latihan kita harus melakukan tes awal terlebih dahulu salah satunya dengan tes Vo2MAX yaitu lari selama 15 menit.
Program latihan yang disusun untuk penggiat alam terbuka inii mempunyai tujuan utama yaitu untuk meningkatkan kemampuan Vo2max setinggi-tingginya dan DAM (Denyut Nadi Maksimal) atau MHR ) Maximum Heart Rate): alasan mengapa sasaran utama dari program latihan terhadap hal-hal diatas karena untuk mendaki gunung hal tersaebut yang paling dibutuhkan yaitu system energi yang digunakan atau yang dominanya adalah kapasitas aerobic dan anerobik. Adapun pengertian Vo2max itu sendiri yaitu kemampuan memasok oksigen secara maksimal dalam tubuh.
Sebelum membuat pembuatan atau penyusunan program latihan terlebih dahulu dilakukan tes Vo2max oleh pelatih dan tes medis oleh tim dokter hal ini dilakukan yaitu untuk mengetahui status kesehatan dan kondisi fisik awall sebagai bahan untuk penyusunan program latihan.
Penyusuanan program latihan untuk penggiat alam terbuka ini dibagi-bagi kedalam beberapa tahapan dengan program latihan dan sasaran atau tujuan yang spesifik dan berbeda, adapun komponen yang dilatihnya adalah berikut :


1. DAYA TAHAN UMUM
Daya tahan adalah keadaan atau kondisi tubuh yang mampu untuk berlatih untuk waktu yang lama, tanpa mengalami kelelahan yang berlebih setelah menyelesaikan latihan tersebut.
Oleh karena itu maka latihan-latihan untuk mengembangkan komponen daya tahan haruslah sesuai dengan batasan resebut. Jadi latihan-latihan yang kita pilih haruslah berlangsung untuk waktu yang lama.
Bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan umum diantaranya:
- Lari jarak jauh
- Renang jarak jauh
- Cross-country atau lari lintas alam
- Fartlek
- Interval training
- Continuous training
2. STAMINA
Setelah mencapai suatu tingkatan daya tahan atau kemampuan aerobic yang memadai, latihan daya tahan harus ditingkatkan intensitasnya. Dengan demikian orang tersebut akan mampu untuk bertahan terhadap kelelahan yang disebabkan oleh kerja yang berat. Jadi stamina merupakan tingkatan dari endurance.
Beberapa cara meningkakan endurance menjadi stamina adalah :
- Memperjauh jarak lari atau renang dengan tetap memperhatikan tempo yang tinggi.
- Mempertinggi tempo (kecepatan 90% sampai 100% maksimal)
- Memperkuat otot-otot yang dibutuhkan untuk kerja tersebut
3. KELENTUKAN
Kelentukan adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang gerak sendi. Kelentukan penting sekali bagi semua orang, karena perbaikan dalam kelentukan akan dapat:
a. Mengurangi kemungkinan terjadinya cedera pada otot dan sendi.
b. Membantu dalam pengembangan kecepatan, koordinasi, dan kelincahan.
c. Membatu memperkembangkan prestasi.
d. Menghemat pengeluaran tenaga (efisien) pada waktu melakukan gerakan-gerakan.
e. Membantu memperbaiki sikap tubuh.
Metode latihan untuk mengembangkan kelentukan adalah sebagai berikut:
- Peregangan dinamis
- Peregangan statis
- Peregangan pasif
- Peregangan PNF (proprioceptive neuromuscular facilitation)
4. KELINCAHAN
Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat pada waktu sedang bergerak, tanpa kehilangan keseimbangan dan kesadaran akan posisi tubuhnya.
Bentuk latihan kelincahan adalah sebagai berikut:
- Lari bolak balik (shuttle run).
- Lari belak-belok (zig-zag run).
- Lari boomerang.
- Envelop.
- Halang rintang.
- Dot drill
- Three corner drill
- Down-the-line dril
• Heksagon.
Untuk lebih spesifipknya latihan-latihannya adalah sebagai berikut:
1. Interval Training
a. 12000 m = 6 keliling 5 seri X 2 dimana (6 X 200m) dilakukan sebanyak 5 kali dengan 2 kali ulangan.
b. 10000m = 6 keliling 5 seri (5 X 1200m) dan 4 keliling 5 seri (5 X 800m), dilakukan dalam 1 keliling 50-70 detik.
c. 8000m = 5 keliling 5 seri (5 X 1000m) dan 3 keliling 5 seri (5 X 600m) atau 2 keliling 10 seri dengan ulangan 2 kali, didalam 1 keliling 35-40 detik
2. Continues run
a. Lari 45 menit selama 2 kali dalam 1 keliling 52-60 detik
b. Lari 30 keliling dalam 1 keliling 45-50 detik
3. Fartlek
a. Lari 100 m dengan jogging 100m selama 30 menit kemudian dilanjutkan dengan lari 200m dengan jogging 100m selama 30 menit kemudian lari 300m dengan jogging 100m selama 30 menit.
b. Lari biasa dengan medan bervariasi (memanjat keseimbangan, meloncat dll) selama 30-60 menit.
4. Weigth Training
Bentuk gerakan-gerakan weigth training adalah Full down, Rowing, Biceps curl, triceps curl, good morning, squat, leg press, bench press, leg curl, sit-up, back up, helrise dan military press.
Dari gerakan tersebut dilatih dengan berbagai variasi bentuk latihan diantaranya yaitu:
a. Circuit training dengan melakukan gerakan di setiap pos selama 30 detik sampai 2 menit.
b. Sistem jumlah angkatan pyramid (10-8-6-4-2) dengan beban mulai dari 25 -90% dari beban maksimal
c. 4 repetisi dengan angkatan 75-80 % dari beban maksimal dengan 3 seri.
5. Circuit Training
Melakukan gerakan di setiap pos selama 30 detik, gerakannya berupa: Push-up, sit-up, pull-up, squat jump, back up, squat thrust, angkat kaki dan step-up.
6. Polyometric
Melakukan gerakan step-up cepatdan lambat, lompat bangku atau pembatas dua kaki, lompat bangku atau pembatas satu kaki, lompat dua kaki dan berdiri diatas bangku (keadaan diam), dan lompat satu kaki dan berdiri satu kaki di atas bangku (keadaan diam). Gerakan tersebut dilakukan dengan varisi bentuk latihan diantaranya yaitu:
a. Masing-masing gerakan dilakukan selama 2-5 menit dengan lima kali ulangan.
b. Masing-masing gerakan dilakukan dua menit dengan tiga kali ulangan.
c. Masing-masing gerakan dilakukan selama dua menit setelah itu lari lima keliling.
7. Cross country
Melakukan lari jogging atau jalan dengan langkah panjang dan cepat dengan beban 5-7 Kg selama 1-3 jam dengan medan menanjak ataupun berbukit.
Program latihan fisik ini dilakukan dengan bervariasi supaya tidak jenuh, contohnya seperti Interval training dilakukan pada hari selasa dan kamis, weigth training atau circuit training dilakukan setiap hari rabu, cross country atau fartlek dilaksanakan setiap hari jumat dan variasi latihan lainnya.

Itu semua merupakan sekilas dari program latihan fisik bagi penggiat alam terbuka atau Pecinta Alam, namun kami sarankan kepada para penggiat alam terbuka untuk menggunakan program ini disarankan dibimbing oleh orang khusu atau yang ahli di bidang tersebut, terutama kami Pecinta Mahasiswa Olahraga (PAMOR) karena kami telah mencoba melakukannya beberapa kali, dan yang harus di ingat bahwa program latihan fisik ini berbeda dengan program yang biasanya digunakan pada atlet-atlet olahraga lainnya.
Bagi kami adalah sebuah penghargaan jika rekan-rekan mengunakan program latihan ini, kami selalu terbuka kepada siapapun yang membutuhkan bimbingan mengenai latihan fisik di alam terbuka. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih semoga ini semua bisa bermanfaat.

PAMOR 14 PEAKS XPDC III in 10 DAYS


Pendakain gunung merupakan salah satu olahraga petualangan yang banyak diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Prestasi olahraga mendaki gunung saat ini dapat disejajarkan dengan prestasi olahraga lain yang dapat mengharumkan serta mengangkat harkat dan martabat suatu bangsa. Sehingga saat ini banyak Negara di dunia berlomba-lomba menempatkan warganya di puncak-puncak tertinggi, sehingga prestasi-prestasi mengesankan telah dicapai, kita bisa mengenal dengan yang namanya Seven Summit yaitu tujuh puncak tertinggi disetiap benua, ada juga yang lebih penomenal yaitu 14 gunung tertinggi di dunia atau 8000 meter Peaks and World’s Highest Mountains
Sejarah juga mencatat bangsa yang unggul adalah bangsa yang memiliki keberanian untuk melakukan penjelajahan dan petualangan. Tradisi ini pernah marak di Inggris, misalnya, Royal Geographical Society yang bekerjasama dengan The Institute of British Geographer. Organisasi ini memiliki Pusat Penasehat Ekspedisi atau Expedition Advisory Centre. Ada juga organisassi non-pemerintah, seperti The Scientific Exploration Society, The Explorers Club (Inggris dan Amerika Serikat). Juga pernah ada program Operation Raleigh dan Operation Drake, suatu proyek yang dibiayai sponsor dan Negara, yang melepas para remaja untuk mengembara ke bagian dunia asing. Ada National Geographic Society dan Institute of Underwater Archaelogy di Amerika Serikat. Dan masih banyak lagi.
Setelah dua kali berturut-turut melakukan pendakian maraton 14 puncak gunung 3000an di bumi pertiwi pada tahun 2007 selama 17 hari dan 2008 14 hari, maka langkah kita selanjutnya ialah dengan mendaki 14 puncak gunung selama 10 hari. Pada pendakian ini kita akan melakukan secara maraton, karena sistem itu sudah menjadi ciri khas PAMOR dalam melakukan sebuah pendakian gunung..
Oleh karena itu PAMOR ( Pencinta Alam Mahasiswa Olahraga) merupakan salah satu wadah kegiatan ekstrakulikuler yang ada di FPOK UPI. Organisasi ini, dari namanya sebagai “Pencinta Alam” yang berada ditengah-tengah mahasiswa olahraga, diharapkan mencerminkan pola pikir dan pola tindak masyarakat ilmiah. Dengan demikian organisasi ini merupakan wadah belajar untuk mengembangkan tanggap pribadi, tanggap kelompok, bahkan tanggap masyarakat dan lingkungan yang lebih luas.
Hal-hal tersebut memberi inspirasi bagi kami untuk mengadakan kegiatan “PAMOR 14 PEAKS EXPEDITION III”. Ekspedisi ini adalah salah satu tindak lanjut dari ekspedisi-ekspedisi yang telah dilakukan PAMOR sebelumnya dengan ciri khas pendakian secara marathon yang salah satunya adalah ekspedisi 14 puncak gunung 2007 dan 2008. Pendakian gunung dengan sistem maraton merupakan sebuah hal yang menantang dalam kegiatan pendakian gunung dan sistem pendakian tersebut sudah menjadi ciri khas PAMOR, memang sangat berat untuk melakukan kegiatan tersebut namun apabila kami diberi kesempatan untuk melakukannya maka denagn bekal yang kami miliki sebagai mahasiswa olahraga kegiatan ini bisa terlaksana.

Senin, 29 November 2010

SEMINAR NASIONAL KONDISI FISIK PENDAKI GUNUNG 2010

Seminar nasional kondisi fisik pendaki gunung
Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.
PECINTA  ALAM MAHASISWA OLAHRAGA (PAMOR) FPOK UPI'

Sabtu, 27 November 2010

diklat Panjat

Rencana Pendirian wall climbing akan dgunakan sebagai sarana latihan untuk siswa atau anggota diklat panjat PAMOR FPOK UPI,  dimana diklat panjat ini akan memproduksi calon atlet panjat dinding.
dengan sarana : - Wall climbing
                             - Boulder climbing (indor)

Rock Climbing Teknik, Kinerja dan Climbing Tips

Rock Climbing Teknik, Kinerja dan Climbing Tips

13 rock climbing tips yang berharga untuk mengembangkan teknik dan meningkatkan kinerja mendaki. Kiat-kiat berikut ini dianggap sebagai teknik yang paling penting dengan hasil terbesar di panjat tebing kinerja:

Kinerja Climbing Tips # 1 Up Hangat dan Stretch. Membentang meningkatkan sirkulasi dan fleksibilitas yang berarti teknik memanjat ditingkatkan. Sebelum naik, ambil setengah jam untuk mendapatkan otot dan sendi limbered, dan detak jantung Anda meningkat sedikit. Langkah sederhana peregangan dan pemanasan membuat perbedaan antara nilai beberapa kesulitan, dan akan membantu mencegah cedera. Climbers menggunakan teknik yang baik pendakian akan bekerja kelompok otot banyak, dan posisi kaki mereka di posisi ekstrem yang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peregangan dan pemanasan membantu sendi, ligamen, menggerakkan otot-otot dan terakhir sedikit lebih lama.

Kinerja Climbing Tips # 2 Gambar dan Baca Route tersebut. Ini adalah untuk mengembangkan keterampilan seperti halnya bergerak naik fisik teknis. Advanced pendaki yang terampil membaca jalur pemanjatan, ini adalah salah satu yang paling penting dari keterampilan mental untuk meningkatkan teknik pendakian. Sebelum Anda naik, memvisualisasikan urutan melalui rute seluruh - atau sebanyak yang Anda bisa melihat dari tanah. Mengantisipasi berat, keseimbangan, mencapai, dan masing-masing bergerak melalui rute. Berikut adalah kunci: menemukan inti dan memutuskan posisi Anda perlu untuk menyelesaikannya. Bekerja mundur ke rute. Membuat catatan mental di mana tangan kiri dan kanan dan kaki diposisikan. Ketika Anda naik, mulai urutan masuk ke inti sehingga tangan dan kaki dan tubuh adalah posisi yang benar ketika Anda mencapai inti masalahnya. Hal ini membutuhkan latihan beberapa. Setelah Anda menyelesaikan rute, melihat lagi dan kembali menganalisanya. Mengembangkan kebiasaan melihat dulu rute sebelum mendaki. Semakin Anda melakukannya dengan baik Anda akan menjadi.

Kinerja Climbing Tips # 3 Kekuatan Grip. Kunci hak pegangan sederhana: Tenang. Lebih-mencengkeram akan aus lengan Anda dan ketika itu terjadi, Anda selesai. pegangan ini tidak sering dianggap sebagai atribut pendakian batuan baik teknik, dan memberikan beberapa pendaki berpikir dua kali. Namun itu juga diketahui bahwa pegangan adalah otot kelompok pertama untuk pergi. Lihat lengan latihan untuk tips tentang cara meningkatkan pegangan Anda. Hal ini mempengaruhi semua jenis pendaki melakukan bouldering, atas tali, timah, olahraga, kompetisi, dll ... Kecenderungan, terutama pada titik-titik kritis inti, adalah untuk sadar memeras terus sedikit lebih ketat. Semakin besar ketegangan, semakin halus dan keluwesan dalam gerakan memanjat Anda akan menderita yang pada gilirannya menurunkan kinerja Anda mendaki. Anda kembali dan bahu harus tetap longgar dan santai. Biasakan mental memeriksa pegangan Anda dalam situasi sulit. Ini akan membantu Anda melambat, memeriksa ulang dasar-dasar, dan menenangkan diri sehingga Anda dapat memikirkan solusi untuk masalah di depan. Semua yang benar-benar diperlukan dengan pegangan Anda adalah kontak dengan terus untuk keseimbangan atau, dalam situasi yang menggantung, untuk menahan tubuh Anda di tempat dengan jumlah sedikit energi. Tetap sadar dari cengkeraman Anda dan kekuatan Anda gunakan untuk menahan diri dalam tempat untuk membuat gerakan Anda lebih cair dan meningkatkan daya tahan Anda, keseimbangan dan pendakian kinerja.

Kinerja Climbing Tips # 4 Meningkatkan Saldo Anda. Titik awal untuk mengembangkan teknik rock climbing yang baik dimulai dengan rasa keseimbangan, dan bagaimana Anda kontrol saldo Anda di dinding. kaki Anda mungkin berdekatan, atau menyebar-elang, atau bahkan sikap. pusat keseimbangan Anda selalu berpusat pada massa tubuh Anda. pusat gravitasi Anda harus berpusat di maju-mundur serta arah kiri-kanan. Rasa keseimbangan yang baik adalah kunci untuk bergerak dengan lancar dan membuat sulit bergerak naik muncul mudah. Pusat massa adalah sekitar tengah tubuh Anda, di sekitar perut Anda. Dengan menjadi sadar pusat gravitasi ketika Anda bergerak pendakian, Anda dapat mengantisipasi arah gaya pada tangan atau kaki ketika Anda terus bergerak, dan setelah Anda melakukan perjalanan. Sebuah latihan sederhana untuk membantu meningkatkan pusat gravitasi dan teknik pendakian adalah untuk mengetahui tingkat 60 atau lebih slab dan melintasi itu hanya dengan menggunakan kaki Anda. Jika diperlukan Anda menggunakan tangan untuk keseimbangan, tapi jangan pegangan dinding. Traverse bolak-balik. Latihan sederhana ini akan membantu Anda mengembangkan keseimbangan dan memberikan otot memori untuk teknik rock climbing yang baik.

Kinerja Climbing Tips # 5 Jauhkan Tubuh Tutup untuk Wall itu. Anda juga harus menjaga pusat gravitasi seimbang dalam arah depan-belakang. Dengan kata lain, ke arah dinding atau menjauh dari dinding. Sebagai aturan, menjaga tubuh Anda dekat dengan dinding. Dimengerti, kadang-kadang bersandar jauh dari dinding diperlukan untuk melihat rute. Tidak ada mengatur jarak karena berbagai jenis bergerak dan tangan memegang dalam memanjat. Dalam kebanyakan kasus, semakin akurat Anda perlu dengan saldo Anda semakin dekat ke dinding tubuh dan wajah Anda seharusnya.

Sebuah indikator yang baik yang harus diperhatikan adalah arah lutut titik Anda. Secara umum, dalam teknik memanjat yang baik lutut tidak menunjuk langsung dalam menuju dinding, dan postur tubuh Anda jarang ereksi. Semakin tegak, dan titik lutut lebih Anda ke dinding pusat gravitasi lebih lanjut Anda akan keluar jauh dari dinding. Beberapa pendaki cenderung naik sedikit lebih tegak untuk mengambil keuntungan dari ketinggian mereka. Percobaan dengan sikap yang berbeda dan jarak sehingga Anda dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan kondisi. 

hover menghidupkan


Kinerja Statis Climbing Climbing Teknik Tip # 6. gerakan statis adalah membuat memindahkan di mana posisi tubuh dikendalikan oleh gerakan otot, bukan oleh momentum. Bagaimana Anda menggeser berat badan Anda ke atas, bawah, kiri atau kanan sebagai aturan umum akan membantu Anda mendapatkan kontrol. Gerakkan tubuh Anda ketika semua empat hal, kedua kaki dan kedua tangannya, yang ditanam. Baik teknik dalam memanjat gerakan adalah dalam dua bagian: 1 anggota badan bergerak), 2) memindahkan berat badan; mengulangi urutan ini diucapkan. Dalam statis mendaki langkah kedua proses lebih, tetapi berlaku untuk mendaki dinamis juga. Ketika Anda memperbaiki, Anda akan dapat menggabungkan langkah-langkah ke dalam gerakan fluida. Hindari pergeseran berat badan dan tungkai bergerak pada waktu yang sama. Gunakan tangan Anda untuk keseimbangan dan kaki untuk menahan berat badan Anda. Jika kaki Anda membuat banyak suara ketika Anda naik ini menunjukkan bahwa Anda perlu untuk meningkatkan teknik statis Anda mendaki. Ini mungkin yang paling mudah dan terbaik mendaki tip teknik untuk ada: Gerakkan tangan Anda menjaga tubuh Anda bergerak. Mendengarkan suara anda membuat kaki saat mendaki. Membuat gerakan halus tenang tinggal langsung di atas pusat keseimbangan Anda. Cari pijakan Anda secara visual tidak menusuk atau slide dengan kaki Anda sampai Anda menemukan memegang, kemudian membuat penempatan kaki yang disengaja dan tepat. Mengembangkan penempatan kaki yang baik sangat penting untuk meningkatkan teknik pendakian Anda dan keseimbangan. Dynamic pendakian menggunakan prinsip yang sama keseimbangan dan gerakan, tetapi menggabungkan titik "mati". 

hover menghidupkan
mati titik


Kinerja Climbing Tips # 7 Titik Mati, Teknik Panjat Dinamis. Teknik titik mati berguna dalam situasi pendakian banyak, membantu Anda mengembangkan karakteristik anggun halus. Gunakan momentum untuk mencapai langkah yang lebih jauh dari dapat dicapai dengan menggunakan gerakan statis. Gerakan itu harus secara halus dan cairan. Dalam repertoar dari pendakian bergerak, yang paling mudah untuk belajar adalah titik mati, namun merupakan salah satu yang paling berguna untuk meningkatkan kemampuan pendakian dinamis. Titik mati dilakukan dengan merasakan bagian atas lengkungan parabolik saat Anda bergerak cepat ke atas berat dinamis. Titik mati adalah titik perubahan arah vertikal tubuh Anda. Pada titik mati, tangan Anda harus di bagian atas lengkungan dan terus. Pada titik ini arah ke atas Anda telah berhenti dan Anda untuk mendapatkan pegangan ditahan sebelum berat badan Anda mulai untuk menyelesaikan. Cara terbaik untuk mempelajari titik mati adalah untuk mengatur serangkaian bergerak di dinding bouldering. Mereka tidak boleh keluar dari jangkauan ... ini bukan dynos. Membuat rangkaian memegang dalam jangkauan tetapi juga membutuhkan memperluas posisi tubuh Anda. Praktik berulang, membuat gerakan tubuh Anda berhenti hanya pada titik di mana Anda ambil terus. Untuk mengembangkan otot dinamis memanjat tubuh bagian atas Anda, seperti bahu, lengan dan lengan, lihat up dagu .

Kinerja Climbing Tips # 8 Kecepatan Climbing. Beberapa pendaki yang lambat dan yang disengaja dan memiliki teknik statis. Beberapa cepat memanjat menggunakan teknik pendakian dinamis. Kedua jenis pendakian dapat dianggap sebagai teknik rock climbing yang baik. Secara umum, pendakian yang bergerak dinamis dan memerlukan banyak tubuh bagian atas, grip dan kekuatan tangan yang harus dilakukan dengan cepat. Dapatkan melalui bergerak cepat untuk menyelamatkan tubuh bagian atas Anda, dan menggunakan momentum untuk membantu tempat massa tubuh Anda pada titik mati. Terutama bergerak yang statis, dengan saldo berpusat pada massa tubuh, tangan dan kaki kecil memegang harus dilakukan perlahan, sengaja dan hati-hati menggunakan kaki Anda untuk mendukung berat badan Anda, dan lengan untuk menahan Anda di tempat. Sekali lagi, ini biasanya terjadi, tetapi ada banyak variasi teknik dasar. Hal ini lebih penting untuk beradaptasi gaya Anda untuk membuat terbaik menggunakan kemampuan Anda.

Kinerja Climbing Tips # 9 Mengembangkan Gerakan Smooth. Pengendalian dan fluidness tentang bagaimana Anda pindah adalah salah satu indikator utama dari rock berkembang dengan baik baik teknik mendaki. Mengembangkan kelancaran memanjat Anda dengan hanya membuat usaha sadar untuk mengontrol pergerakan tidak dibutuhkan. Menggeliat dan resituating menciptakan "kesempatan" untuk jatuh, meleset terus atau kehilangan keseimbangan. Untuk memperbaiki ini, cukup menjadi sadar gerakan Anda dan diam. Pikirkan tentang gerakan yang dibutuhkan untuk maju, dan hanya melakukan itu. Pegang tubuh Anda masih, santai dan disengaja. Ada dua jenis gerakan mendaki: statis dan dinamis.

Kinerja Climbing Tips # 10 Membangun Otot Kanan. Ada nilai yang sangat kecil dalam tangki sampai kelompok otot yang tidak diperlukan dalam pendakian, atau tidak dibutuhkan untuk jenis pendakian yang Anda lakukan. Sebagai contoh, bouldering bergerak membutuhkan kekuatan, tapi wajah mendaki membutuhkan daya tahan. Olahraga pendakian dan indoor pendakian menggabungkan kekuatan dan daya tahan. Otot-otot Anda perlu mengembangkan sangat bervariasi pada jenis panjat tebing yang Anda lakukan, akan menentukan otot untuk menekankan selama pelatihan. Lihat panjat tebing latihan untuk mengembangkan otot khusus untuk meningkatkan teknik rock climbing Anda.

Kinerja Climbing Tips # 11 Cari Spots Istirahat. Terlepas dari kecepatan pendakian, pendaki yang mencari dan mengambil terletak akan melakukan lebih baik daripada mereka yang tidak. Belajar spot dan mengambil keuntungan dari titik-titik istirahat adalah teknik yang sangat penting dalam panjat tebing. Terlalu banyak pendaki berpikir mereka bisa otot atas dinding. Kebanyakan rute kompetisi kekuasaan tidak didasarkan pendaki terpisah atau trik. Mereka adalah tingkat kesulitan stabil dengan inti kelas satu tingkat lebih tinggi daripada rute adalah nilai. Alasan pendaki melepas rute tinggi dalam tingkat kemampuan mereka adalah mereka tidak dikelola dengan baik beristirahat. Kunci untuk mengembangkan teknik pendakian yang beristirahat adalah menemukan mereka di preview atau peluang saat mereka naik rute. Pilih tempat istirahat dari tanah. Ini mungkin sebuah overhang Anda bisa mendapatkan lutut Anda di bawah, atau ujung untuk bersandar. Anda juga dapat menggunakan lebih kecil dan berat pergeseran perlahan daripada dinamis menggunakan jalur mati. Belajarlah untuk tempat urutan yang tidak teknis lainnya, tetapi lebih berat daripada pendekatan yang lebih langsung. Selama pratinjau mencoba untuk menemukan tempat untuk beristirahat setiap 3 meter, atau ketinggian panel pada panjat tebing dalam ruangan. 3 meter atau satu panduan panel juga istirahat teknik untuk bouldering dan melintasi.

Kinerja Climbing Tips # 12 Mengambil Fall Bagus. Tidak peduli seberapa baik Anda, Anda akan jatuh. Jika Anda tidak Anda tidak mendorong diri Anda untuk membatasi Anda. Jatuh adalah bagian dari pendakian dan merupakan keterampilan untuk belajar sama seperti aspek lain dari teknik memanjat yang baik. Ada rasa takut jatuh dasar manusia, yang merupakan bagian dari getaran dasar pendakian. Ketakutan ini dapat melemahkan orang-orang baru untuk mendaki tetapi karena Anda mendapatkan pengalaman lebih banyak dengan jatuh semakin nyaman Anda akan menjadi. Ini adalah kontrol mental untuk mengembangkan keterampilan. Ada beberapa teknik dasar yang dapat Anda gunakan untuk membantu Anda mendapatkan atas ketakutan ini dan membantu Anda mengambil jatuh dengan aman. Ambil sengaja jatuh di tempat yang aman. Beritahu belayer Anda Anda akan mengambil jatuh praktek. Apakah dia "mengambil" dan "kunci off", kemudian didorong dengan cara yang terkontrol, jauh dari dinding, dan membiarkan tali itu datang ketat. Kemudian berkata kepada diri sendiri, "adalah bahwa tidak terlalu buruk", kembali di dinding. Sekarang Anda memiliki kepercayaan diri untuk mendorong diri sendiri untuk mencoba bergerak sulit bahkan jika itu berarti jatuh. Itu merupakan aspek penting dalam mengembangkan dan meningkatkan teknik rock climbing Anda: Anda harus mampu mendorong diri Anda untuk kemampuan maksimum Anda ... yang berarti Anda akan jatuh. Kebanyakan harus jatuh kejutan. Ya, Anda akan merasa sebagian besar dari mereka datang, tetapi sebenarnya saat pop dari dinding harus kejutan. Jadi, ketika Anda naik pastikan Anda sudah siap untuk jatuh pada setiap saat dengan mengikuti teknik ini:
Pastikan tali jelas dari gigi dan kaki / tangan setiap saat. Jangan biarkan loop tali pada sesuatu, pernah.
Menyadari apa yang di bawah Anda sebagai Anda naik. Sebuah baut, yang terus besar, sebuah arete.
Mendorong keluar dari dinding pada saat Anda slip. Mengendalikan bagaimana Anda menjaga kaki Anda jatuh ke bawah.
Jauhkan kaki di depan Anda untuk menangkap dinding sebagai tali datang ketat dan Anda ayun masuk

Kinerja Climbing Tips # 13 Watch dan Pelajari. Cara terbaik untuk mempelajari dan meningkatkan teknik panjat tebing adalah mengamati teknik yang digunakan oleh pemanjat yang baik, dan latihan untuk mengembangkan teknik-teknik sendiri. Membuat catatan mental seperti yang Anda amati pendaki. Praktik bergerak yang Anda lihat saat memperkuat dasar dasar teknik rock climbing yang baik dijelaskan di sini. Seringkali teknik pendakian baru mungkin merasa canggung dan lebih sulit. Tapi waktu yang diperlukan untuk jantung dasar-dasar teknik rock climbing yang baik, dan praktek mereka. Segera setelah Anda mengembangkan memori otot untuk teknik baru, Anda akan menemukan Anda mendorong kemampuan Anda untuk mencapai tingkat yang baru.
Ringkasan Rock Climbing Teknik, Kinerja dan Climbing Tips

Memahami prinsip-prinsip dasar rock climbing yang baik teknik. Untuk meningkatkan kinerja Anda sendiri pendakian belajar dan berlatih teknik memanjat yang baik. 13 rock climbing ini tips akan membantu Anda mempercepat kinerja Anda mendaki.
Selalu Hangat Up dan peregangan sebelum Anda mulai naik. ketat otot dan ligamen tidak berkinerja baik.
Biasakan dari pratinjau dan belajar membaca rute sebelum Anda menaikinya. Mengembangkan keterampilan ini akan membantu Anda mendapatkan di posisi yang tepat untuk membuat bergerak di inti masalahnya.
Gunakan hanya tingkat kekuatan pada Anda pegangan yang diperlukan untuk menenangkan saldo Anda. pegangan Anda sering yang pertama pergi, menyimpan kekuatan lengan sebanyak mungkin.
Perasaan halus dikembangkan keseimbangan akan membantu Anda membuat bergerak statis dan dinamis sulit.
Dengan menjaga tubuh Anda dekat dengan dinding pusat Anda Anda terus saldo Anda di pusat massa dan mengurangi tekanan pada pegangan Anda.
Gunakan kaki Anda untuk menahan berat badan Anda, bukan lengan. kaki Anda jauh lebih kuat dan akan membawa Anda lebih lanjut.
Gunakan tangan untuk keseimbangan dan pergeseran berat badan, tidak menahan berat badan. Ketika bergerak melakukan dan urutan yang membutuhkan banyak kekuatan tubuh bagian atas, bergerak cepat melalui urutan.
Mengembangkan teknik gerakan dinamis dilakukan dengan menggunakan momentum untuk puncak pada titik mati, yang merupakan titik di mana Anda memegang pegangan.
Menggabungkan kedua statis dan dinamis elemen teknik pendakian akan menentukan kecepatan Anda mendaki. Pendaki yang telah menguasai ini tampaknya bergerak dengan lancar dan mudah.
Batu tepat dikombinasikan dengan teknik panjat bangunan otot-otot yang tepat memberikan seorang pendaki keuntungan yang sangat besar.
Otot akan melakukan lagi dengan singkat beristirahat. Mengembangkan keterampilan di menemukan peluang beristirahat sambil menaiki sangat memperpanjang daya tahan Anda.
Mendorong diri sendiri dan kemampuan Anda dengan rute-rute sulit. Hal ini berarti Anda akan jatuh. Mengambil jatuh benar adalah salah satu teknik yang paling penting untuk belajar bagaimana melakukannya dengan aman, dan akan memberi Anda kepercayaan diri untuk mendorong diri sendiri untuk membatasi Anda.
Akhirnya, melihat dan belajar dari pendaki baik lainnya. Praktek yang baik teknik rock climbing setiap kali Anda naik dan kinerja terukur pendakian Anda akan membaik.