Mengenai Saya

Kamis, 14 April 2011

KEBUTUHAN GIZI PENDAKI GUNUNG PADA ANGGOTA MAHASISWA PENCINTA ALAM MAHASISWA OLAHRAGA (PAMOR) FPOK-UPI



Zat gizi adalah komponen pembangun tubuh manusia yang dapat diperoleh  dari bahan makanan yang berasal dari tanaman dan hewan. Agar pembangunan  komponen tubuh ini berjalan dengan baik, pola makan dan kecukupan
Zat-zat gizi harus dipenuhi (Tranggono, 1990). Pengaturan zat gizi untuk  tiap-tiap orang pada dasarnya sama, yang harus diperhatikan adalah  keseimbangan antara kebutuhan energi dan pemenuhannya. Tetapi yang  sering terjadi kita tidak mengetahui berapa kebutuhan dan asupan energi  yang seharusnya dikonsumsi. Hal ini juga yang dihadapi oleh hampir semua  penggiat olahraga petualangan khususnya Mahasiswa Pencinta Alam  (MAPALA). Pengetahuan mereka tentang pemilihan makanan dan minuman yang  dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi sangat minim.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola makan dan nilai  gizi makanan pada saat mendaki gunung, pengaruh dari aktivitas atau  kegiatan mendaki gunung terhadap status gizi anggota PAMOR serta status  gizi dari anggota PAMOR itu sendiri, karena diduga status gizi sebagian  anggota PAMOR selama melakukan kegiatan mendaki gunung belum ideal.

Kamis, 07 April 2011

PAMOR HIMALAYAN EXPEDITION



  Pendakain gunung merupakan salah satu olahraga petualangan yang banyak diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Prestasi olahraga mendaki gunung saat ini dapat disejajarkan dengan prestasi olahraga lain yang dapat mengharumkan serta menganggkat harkat dan martabat suatu bangsa. Sehingga saat ini banyak Negara di dunia berlomba-lomba menempatkan warganya di puncak-puncak tertinggi, sehingga prestasi-prestasi mengesankan telah dicapai, kita bisa mengenal dengan yang namanya Seven Summit yaitu tujuh puncak tertinggi disetiap benua, ada juga yang lebih penomenal yaitu 14 gunung tertinggi di dunia atau 8000 meter Peaks and World’s Highest Mountains
Hal tersebut memberi inspirasi bagi kami untuk selalu mengadakan kegiatan pendakian gunung yang berbentuk Ekspedisi. Setelah dua kali berturut-turut melakukan pendakian marathon 14 puncak gunung 3000an di bumi pertiwi kita maka langkah selanjutnya ialah dengan mendaki 14 gunung di Himalaya, pada pendakian ini kita akan melakukan secara marathon, karena sistem itu sudah menjadi ciri khas PAMOR dalam melakukan sebuah pendakian gunung, Apalagi sampai saat ini belum ada satu orangpun atau organisasi manapun yang ada di Indonesia yang melakukan pendakian secara marathon di jajaran pegunungan Himalaya.

Sejarah juga mencatat bangsa yang unggul adalah bangsa yang memiliki keberanian untuk melakukan penjelajahan dan petualangan. Tradisi ini pernah marak di Inggris, misalnya, Royal Geographical Society yang bekerjasama dengan The Institute of British Geographer. Organisasi ini memiliki Pusat Penasehat Ekspedisi atau Expedition Advisory Centre. Ada juga organisassi non-pemerintah, seperti The Scientific Exploration Society, The Explorers Club (Inggris dan Amerika Serikat). Juga pernah ada program Operation Raleigh dan Operation Drake, suatu proyek yang dibiayai sponsor dan Negara, yang melepas para remaja untuk mengembara ke bagian dunia asing. Ada National Geographic Society dan Institute of Underwater Archaelogy di Amerika Serikat. Dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu PAMOR ( Pencinta Alam Mahasiswa Olahraga) merupakan salah satu wadah kegiatan ekstrakulikuler yang ada di FPOK UPI. Organisasi ini, dari namanya sebagai “Pencinta Alam” yang berada ditengah-tengah mahasiswa olahraga, diharapkan mencerminkan pola fikir dan pola tindak masyarakat ilmiah. Dengan demikian organisasi ini merupakan wadah belajar untuk mengembangkan tanggap pribadi, tanggap kelompok, bahkan tanggap masyarakat dan lingkungan yang lebih luas.
Sebagai organisasi pecinta alam sudah selayaknya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam, termasuk olahraga mendaki gunung. Karena mendaki gunung merupakan salah satu olahraga petualangan yang banyak diminati oleh pemuda pemudi di Indonesia. Prestasi olahraga mendaki gunung saat ini dapat disejajarkan dengan prestasi olahraga lain yang dapat mengharumkan serta menganggkat harkat dan martabat suatu bangsa. Sehingga saat ini banyak Negara di dunia berlomba-lomba menempatkan warganya di puncak-puncak tertinggi, sehingga prestasi-prestasi mengesankan telah dicapai.
Hal-hal tersebut memberi inspirasi bagi kami untuk mengadakan kegiatan “PAMOR EXPEDITION HIMALAYA”. Ekspedisi ini adalah salah satu tindak lanjut dari ekspedisi-ekspedisi yang telah dilakukan PAMOR sebelumnya dengan ciri khas pendakian secara marathon yang salah satunya adalah ekspedisi 14 puncak gunung. Pendakian gunung dengan sistem maraton merupakan sebuah hal yang menantang dalam kegiatan pendakian gunung dan sistem pendakian tersebut sudah menjadi ciri khas PAMOR.
Ekspedisi ini merupakan pendakian 14 puncak gunung yang berada di jajaran pegunungan himalaya yang akan dilakukan oleh PAMOR. Ke-14 puncak gunung tersebut diantaranya Gunung Everest (8.850 mdpl), Gunung karakoram (8.611 mdpl), Gunung kanchenjunga (8545 mdpl), Gunung Lhotshe ( 8.545 mdpl), Gunung Makalu ( 8.462 mdpl), Gunung Cho Oyu (8.201 mdpl), Gunung Dhaulagiri (8.167 mdpl), Gunung Manaslu (8.163 mdpl), Gunung Nagaparbat (8.8.126 mdpl), Gunung Annapurna (8.091 mdpl), Gunung Gasher Brum (8.068 mdpl), Gunung Board (8.047), Gunung Gasherbrum II (8.035 mdpl), dan Gunung shisha Pangma (8.027 mdpl). Alasan Annapurna menjadi tujuan perjalanan kali ini karena keberadaan Annapurna (8.091 mdpl) merupakan gunung yang memiliki grade yang sedang untuk didaki sebagai mengawali untuk pendakian 14 puncak pegunungan himalaya. Sehingga tak heran banyak pendaki tingkat dunia yang mendaki gunung Annapurna tersebut.